Showing posts with label motherhood. Show all posts
Showing posts with label motherhood. Show all posts

Tuesday, March 08, 2016

minta gendong

Kemaren sore aku memarahi F. Tidak membentak sih, tapi menolak sesuatu hingga ia menangis. I made him cry. On purpose. Tega, ya? Entah benar atau tidak, tp i meant to teach him a value. I second guess what i did now. After all, he is a little child. A baby.

Back to the tittle. Waktu nangis, F kupeluk sambil aku duduk. Aku brayun seolah2 lg gendong tp aku duduk. Pas udah reda nangisnya, malah minta gendong. Aku tolak. :( Ini mak yg ga tahan nggendong. :(

Dini hari ini aku marahi lagi. Nonton tengah malam. Ditunggu2 dah sampai 2 jam. Posisi sambil tidur. Marahlah daku. Membentak insyaAllah gak ya (menurutku, sih).. tapi stern voice lah. Ketahuan kalo lg marah. Tv ku matikan. Ngomel pake suara marah tadi. Menangislah si bocah lalu minta gendong. O why oh why minta gendong, pikirku.. si mak yg ga tahan nggendong pun menolak.

Aku peluk sambil tiduran, posisikan dia untuk tidur, gosok punggungnya lalu ga lama si F pun tertidur.

Skrg aku yg ga bs tertidur. Biasa, full of thoughts n regrets. Baru nyadar, dari 2 peristiwa nangis ini, si F minta digwndong itu artinya dia mau kepastian  kalau dia 'dimaafkan' oleh mamanya ini. Dia disayang oleh mamanya ini.

Hiks mewek deh. Maafkan makmu, anakku. I'll love you always and forever, son. Moga kamu juga begitu, sayangku cintaku.

Note: Tusdlisan ini dibuat tanggal 8 Maret, dan beberapa jam setelahnya aku menstruasi. Ya Allah, PMS toh, yang bikin tidak sabaran. :(

Saturday, May 31, 2014

My Mom is a Super Mom

Kurang lebih sebulan sudah kami pindah ke rumah sendiri. Farid, maminya dan baknya beserta tantenya resmi menghuni rumah baru kami.
Bagaimana perasaan Mami Farid?

Aaaaakkkk, I'm nothing like my mom. :( Ibu saya yang dulu beranak 4, susun paku, bekerja full-time sebagai guru dan di rumah tidak ada asisten rumah tangga hands-down merupakan seorang super mom. Beliau mampu mengurus keluarga besarnya itu sendiri tanpa pernah terlambat datang ke sekolah setiap harinya.

Ibu saya benar-benar sendiri lho. Mertua jauh di desa. Ibunya apalagi, lebih jauh lagi di propinsi yang berbeda. Tidak ada pengasuh. Baby-wearing jadi andalan tentunya. Ibu bercerita betapa saya (dan saudara saya juga pastinya) "dipakai" di punggung beliau dengan kain gendong. Bagaimana tidak. Pekerjaan rumah harus dikerjakan. "Tidak ada ceritanya ibu seperti kamu, yang menghabiskan waktunya dengan bermain dengan Farid. Mana ada waktu". Huhuhuhuhuhu... Ibuuu, I love you.

Sedangkan saya? Ahhhhh, maluuuuuuuuuu.... :'( Saya sekarang masih beruntung ada tante Farid yang bisa membantu mengasuh. Itupun saya masih keteteran untuk bisa datang tidak terlambat setiap pagi dan pekerjaan masak memasak beres. :((

Kacau banget, ya? Harus diperbaiki manajemen waktunya, nih. Baiklah, bulan kedua harus lebih baik. Apalagi tante Farid akan segera merantau sesudah lebaran. Pengasuh, pengasuh, dikau harus kucari kemana? TPA kah alternatifnya? Hiks...